Akhir tahun 1981, Michael Sunggiardi memulai bisnis computer-nya di Bogor. Awalnya ia hanya menjalankan bisnisnya tanpa niat yang serius. Dimulai dari hobby mengutak-atik barang elektronik, ia kemudian mempelajari teknik audio, televise, videotape recorder (yang pada era 80-an merupakan alat hiburan yang cukup popular) hingga Compact Disc Player (CD Player), sehingga ia memiliki keterampilan teknis dalam bidangelektronika, dan kemudian mulai mengajar di sejumlah kursus computer dan kursus elektronik di Jakarta, sambil menyambi bisnis dan kuliahnya.
Ketika mulai merasa jenuh dengan kegiatannya tersebut, ia mulai beralih pada computer, karena ia merasa bahwa teknis elektronika computer memiliki lebih banyak tantangan. Ketika itu ia mulai membantu beberapa gerai computer di Harco, Glodok Plaza Jakarta. Masa itu belum banyak orang paham apa itu computer atau bagaimana mengoperasikannya. Ia mempelajari teknis computer dan kemudian menularkan ilmunya itu kepada beberapa rekanan sesama pedagang di harco dan juga pada kursus-kursus computer. Ia bahkan sempat mengajari beberapa orang yang sekarang ini menjadi icon-nya bisnis computer di Indonesia di kursus-kursus, antara lain di Columbia Computer, CPU Computer, UPS Pascal. Mulai dari aplikasi program Lotus, Wordstar, yang menurutnya akan terpakai bagi orang-orang bisnis. Peserta kursusnya ketika itu tidak terbatas pada anak-anak muda saja, namun sebagian justru orang-orang yang sudah berusia 40-an.
Tahun 1982 Michael mendirikan perusahaan PT Batutulis Graha Komputronika bersama 3 orang temannya di Jakarta dan Bogor. Mula-mula ia meletakkan komputer di toko buku milik ayahnya di Bogor, dan hal itu ternyata menarik perhatian sejumlah pelanggan. Karena para karyawan tidak paham mengenai computer, mereka mengundang penanya-penanya tadi untuk kembali hari sabtu dan mendapatkan penjelasan dari Michael mengenai computer dan cara pengoperasiannya. Hal ini berlanjut sampai tahun 1984-1985, ketika ia mulai memiliki staff yang membantunya menerangkan dan mengajari tentang computer.
Bisnis komputer ini berkembang setelah ia memiliki klien ekspatriat asal Australia yang bekerja di Balai Penelitian Veterinary di Tapos, dekat Ciawi. Selanjutnya ia mulai memiliki banyak klien ekspatriat, antara lain dari Amerika dan Jepang, yang bekerja di perusahaan di sekitar Bogor dan Jakarta. Pada awalnya mereka datang untuk membeli computer, tapi kemudian mereka banyak bertanya tentang pengoperasian dansoftware computer, dan Michael pun mengajak para ekspatriat tersebut untuk mempelajari komputer dan mengajarkan sejumlah program dansoftware, antara lain Graphic Design dengan Desktop Publishing, Ventura Publisher. Ketika itu ia masih memanfaatkan toko buku milik ayahnya di Suryakencana, daerah Chinatown di Bogor, dimulai dari satu bagian toko buku hingga akhirnya ia menggunakan lantai 2 untuk bagian penjualan dan pelayanan computer.
Tahun 1986-an, Michael berangkat ke Amerika dan kemudian memperoleh sertifikasi di Ventura Publisher users di Santa Barbara sehingga dikenal sebagai one of the first Asian yang memiliki sertifikasi. Pada tahun yang sama, Michael mendirikan computer club/klub komputerPangkalan PC yang ketika itu anggotanya mencapai 2.000 orang. Salah satunya adalah Izak Jeni, orang Indonesia yang membuat VoIP Free World Dial Up bersama Jeff Parvour di New York. Antara tahun 1995-1997 Izak mengubah program untuk soundcard menjadi VoIP (Voice over Internet Protocol), sehingga ia bisa berbicara (langsung) di komputer dengan ayahnya, almarhum Aldi Jeni di Jepang.
Ketika itu klub komputer yang didirikan Michael sering berkumpul di gedung Gramedia di Jakarta, karena saat itu Michael cukup aktif membantu kawan dekatnya Kosasih Iskandarsyah yang bekerja di Elexmedia, dan di Gramedia Pustaka Utama, divisi penerbitan Gramedia, Michael memberikan training sehingga staff Gramedia tidak hanya menggunakan komputer untuk sekedar mengetik saja, tapi juga untuk men-set-up desain dan layout media cetaknya dengan Ventura Publisher. Ia terus bekerja membantu Gramedia hingga tahun 1990-an.
Kegiatannya di Computer Club sendiri dilakukan dengan resources yang terbatas, namun ia cukup banyak melakukan inovasi, misalnya dengan membeli software original di Amerika, kemudian ia mengutak-atik crack-nya sehingga software tersebut bisa dicopy, dan kemudian dijadikan bahan presentasi di Klub dan di distribusikan ke seluruh toko komputer di Indonesia, bekerja sama dengan prosuden disket SKC dari Korea.
“Jadi every meeting kita punya topik gitu. Ada software ini, saya ngomong. Software ini gunanya ini. Kalau mau copy, silahkan. Sediain copynya. Itu kan masih 5 ¼ inches. Masih bisa gitu. Terus sampai akhirnya ada buku, fotokopi... fotokopi ngebajak... jadi kayak Robinhood hahaha, one for all, all for one.”(Sunggiardi, 2005)
Kegiatan klub tersebut berjalan sampai tahun 1990. Saat yang bersamaan, pada tahun 1987, Michael juga membuka Klub yang sama di Bogor, sebagai cabang klub di Jakarta sekaligus untuk menopang bisnis komputer-nya disana. Menurutnya, klub tersebut bisa membantu edukasi dan market bisnisnya, karena dengan awareness klien, penggunaan komputer akan jauh lebih besar dan luas.
Berbagai upaya tersebut telah melahirkan suatu jaringan computer di Bogor, dengan memperkenalkan teknologi computer dan aplikasinya. Walaupun pada awalnya perkembangan itu dilakukan melalui upaya bisnis computer, namun ia menambahkan unsur edukasi dan pengenalancomputer melalui kegiatannya mengajar kursus computer dan mendirikan klub computer di Jakarta dan Bogor.
Perkembangan Internet…
Teknologi Informasi dan Telekomunikasi (Information and Communication Technology/ICT) merupakan tulang punggung aplikasi Web 2.0. Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang fenomenal dan menjadi awal munculnya aplikasi web adalah Internet. Internet yang berawal dari riset untuk pertahanan dan keamanan serta pendidikan berkembang menjadi perangkat pendukung bisnis yang sangat berpengaruh. Dalam kaitan dengan aplikasi Web 2.0 ini, terdapat beberapa peristiwa penting dalam sejarah internet.
Berawal pada tahun 1957, melalui Advanced Research Projects Agency (ARPA), Amerika Serikat bertekad mengembangkan jaringan komunikasi terintegrasi yang saling menghubungkan komunitas sains dan keperluan militer. Hal ini dilatarbelakangi oleh terjadinya perang dingin antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet (tahun 1957 Soviet meluncurkan sputnik).
Perkembangan besar Internet pertama adalah penemuan terpenting ARPA yaitu packet switching pada tahun 1960. Packet switching adalah pengiriman pesan yang dapat dipecah dalam paket-paket kecil yang masing-masing paketnya dapat melalui berbagai alternatif jalur jika salahsatu jalur rusak untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Packet switching juga memungkinkan jaringan dapat digunakan secara bersamaan untuk melakukan banyak koneksi, berbeda dengan jalur telepon yang memerlukan jalur khusus untuk melakukan koneksi. Maka ketika ARPANET menjadi jaringan komputer nasional di Amerika Serikat pada 1969, packet switching digunakan secara menyeluruh sebagai metode komunikasinya menggantikan circuit switching yang digunakan pada sambungan telepon publik.
Perkembangan besar Internet kedua yang dicatat pada sejarah internet adalah pengembangan lapisan protokol jaringan yang terkenal karena paling banyak digunakan sekarang yaitu TCP/IP (Transmission Control Protocol/ Internet Protocol). Protokol adalah suatu kumpulan aturan untuk berhubungan antarjaringan. Protokol ini dikembangkan oleh Robert Kahn dan Vinton Cerf pada tahun 1974. Dengan protokol yang standar dan disepakati secara luas, maka jaringan lokal yang tersebar di berbagai tempat dapat saling terhubung membentuk jaringan raksasa bahkan sekarang ini menjangkau seluruh dunia. Jaringan dengan menggunakan protokol internet inilah yang sering disebut sebagai jaringan internet.
Jaringan ARPANET menjadi semakin besar sejak saat itu dan mulai dikelola oleh pihak swasta pada tahun 1984, maka semakin banyak universitas tergabung dan mulailah perusahaan komersial masuk. Protokol TCP/IP menjadi protokol umum yang disepakati sehingga dapat saling berkomunikasi pada jaringan internet ini.
Perkembangan besar Internet ketiga adalah terbangunnya aplikasi World Wide Web pada tahun 1990 oleh Tim Berners-Lee. Aplikasi World Wide Web (WWW) ini menjadi konten yang dinanti semua pengguna internet. WWW membuat semua pengguna dapat saling berbagi bermacam-macam aplikasi dan konten, serta saling mengaitkan materi-materi yang tersebar di internet. Sejak saat itu pertumbuhan pengguna internet meroket.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar